Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Kalau Ada Yang Curhat, Tugas Kita Cuma Pendengar Setia. Jangan Bandingin Masalah!

Gambar
  Curhat tuh buat nyari solusi, bukan pertandingan besar-besaran masalah Curhat, atau istilah koplonya: sambat, berfungsi mengurangi beban masalah si pelaku curhat. Siapa sih manusia yang tidak memiliki masalah? Kalau ada yang mengaku tidak memiliki masalah, bisa jadi dia adalah sumber masalah. Bisa jadi lho.   Orang kalau udah curhat, jelas butuh perhatian. Minimal biar ada yang bisa menyalurkan energi positif ke dirinya agar bisa bangkit dan semangat lagi menjalani kehidupan yang gini-gini aja.   Nah, acara yang diharapkan bisa mengurangi masalah ini kadang malah bikin masalah baru. Seringnya masalah baru berasal dari lawan bicara yang diajak curhat.  Orang yang dicurhati malah membandingkan masalahnya di masa lalu dengan masalah si pasien curhat. Kadang sih ceritanya dibikin drama agak ngenes-ngenes, walau itu cerita asli.   “Yang tabah ya. Kamu belum seberapa, kok. Aku dulu tuh begini begono… begunu….”   “Kamu belum ada apa-apanya. Aku t...

Belajar Dari Sosok Si Doel

Gambar
  Si Doel Anak Sekolahan Dalam serial legendaris Si Doel Anak Sekolahan, sosok Kasdoellah alias Doel digambarkan sebagai sosok cerdas dan terampil. Sosok lelananging jagad.   Cakep (konon katanya, di jaman segitu, kumis ala-ala Doel itu memang mempesona), berpendidikan, taat pada orang tua, berwibawa, bisa diandalkan, menjadi rebutan banyak perempuan, dan tentu saja, saleh. Kerjaannya saja sembahyang dan mengaji.   Sebagai sosok pria yang nyaris sempurna —saya katakan nyaris karena ia tidak kaya, Doel benar-benar mampu menjadi gambaran yang sahih atas sosok lelaki Betawi idaman.   Kendati demikian, kelak, pada perkembangannya, nasib Doel ternyata nggak baik-baik amat. Pernikahannya dengan Sarah pada akhirnya kandas.   Nasib ekonominya juga buruk, sebab ia bahkan sampai menganggur dan sempat bekerja serabutan. Kalau seandainya serial Si Doel bertahan sampai sekarang, mungkin sekarang ia sudah jadi pekerja dalam program MBG, Kartu Prakerja bahkan penerima BPNT...

Yahh.. Namanya Anak Zaman Sekarang

Gambar
Panggil Saya Hasan Kasep Percakapan suatu ketika.   Saya: “Heh, saha namina murangkalih teh?” (Heh, siapa nama anaknya?)   Teman saya: Audrey,. Audrey Azzalea Keandra.”   Saya: “Euleuh…” Audrey Azzalea Keandra.   Tidak ada yang aneh dengan nama tersebut, tentu saja. Tapi, jika jeli mencermati (atau jika kurang kerjaan seperti saya), maka Anda akan menyadari bahwa semakin hari semakin banyak orang tua yang senang memberi nama yang panjang dan sulit dieja serta dihafal pada anak-anaknya.   Terutama, para mama dan papa muda atau Mahmud Abas (Mamah Muda Anak Baru Satu). Sepeti teman saya lainnya–sebut saja Malika (tentu saja bukan kedelai hitam yang dibesarkan oleh orang lain)–, dia memberi nama Sharhabeel Famella Al-Farizi pada anak pertamanya.   Kemudian, dengan mempertimbangkan luas dan keliling jidat si anak juga kepraktisan namanya ketika dilafalkan, maka Sharhabeel Famella Al-Farizi pun berakhir dengan nama panggilan… Jenong atau D...

Belajar Menulis Lucu dari Mahbub Djunaidi

Gambar
Buku Humor Jurnalistik Menulis cerita lucu adalah satu hal, sedangkan menulis lucu adalah level yang lain. Anda mungkin bisa tertawa terbahak-bahak jika melihat langsung saat orang terjatuh terpeleset kulit pisang lalu wajahnya disambut tahi kebo seperti selayaknya adegan-adegan slapstick film Warkop itu.  Namun saya yakin, Anda tidak akan tertawa (atau kalaupun tertawa, tidak akan seterbahak-bahak itu) saat adegan tersebut tidak Anda saksikan secara langsung, melainkan hanya Anda ketahui melalui tuturan tulisan. Sebaliknya, Anda mungkin tidak akan tertawa jika berjumpa dengan Karni Ilyas atau David Letterman. Namun, Anda boleh jadi akan tertawa (minimal menyunggingkan senyum) jika Anda menemui Karni Ilyas dan David Letterman tidak secara langsung, melainkan dari narasi tulisan seperti di bawah ini. David Letterman, lelaki bangkotan yang namanya bisa di-Indonesia-kan menjadi Daud Suratman itu adalah presenter yang amat kondang, kelasnya internasional.  Kalau di level lokal...

Menghitung Gaji Spongebob di Krusty Crab

Gambar
  Spongebob Selama ini kita sering melihat seorang SpongeBob bekerja sebagai koki di Krusty Krab. Tapi, kami yakin, hanya sedikit dari Anda yang tahu berapa sebenarnya penghasilan SpongeBob di restoran paling hits di Bikini Bottom itu.  Pertanyaan ini menjadi penting dan menarik sebab SpongeBob bekerja sebagai anak buah Tuan Krabs yang terkenal kikirnya ngaudubillah setan. Nah, untuk itulah saya mencoba mengadakan penelitian kuantitatif untuk mencari tahu berapa penghasilan makhluk kuning yang tidak berafiliasi dengan partai beringin ini. Butuh cukup banyak episode untuk bisa mengetahui berapa gaji SpongeBob di Krusty Krab , sebab memang tak pernah ada adegan saat SpongeBob antre di bank atau kantor pos untuk mengambil gaji.  Namun, dari beberapa percakapan sederhana yang pernah diucapkan oleh beberapa karakter pada serial SpongeBob SquarePants, kita bisa melacak perkiraan gaji karyawan di Krusty Krab. Perkiraan gaji Krusty Krab bisa terlacak lewat dialog “ano...

Aku Benci

Gambar
Wahid Hasyim, Jakarta Pusat Dengan penuh kebencian Aku benci jatuh cinta Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak selalu menebak-nebak Aku benci deg-degan menunggu kamu online . Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa.  Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar. Aku benci terkejut melihat WA kamu nongol di notifikasiku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya? Aku benci harus menerjemah...

Unukmu yang Selalu di PHP-in

Gambar
Pool Bhineka Shuttle, Cimahi Mall "Pak aku diphpin lagi, dia ngedeketin tapi sekarang pergi, saran Bapak gimana?" ujar salahseorang mahasiswi memulai percakapan. Sebelumnya, maaf, izinkan saya yang udah terlanjur manis ini menjawab pertanyaan kamu ini dari sisi para pria. Pun mewakili para pihak yg dianggap pergi setelah terlanjur mencuri hati. Tsaaaaah… Kasus ini biasanya paling sering terjadi. Saya pun harus mengakui bahwa Saya juga pernah ada di posisi ini. Di posisi sebagai seorang pria yg harus pergi. Jika diharuskan untuk memilih antara pilihan Mengejar dan Dikejar. Tentu saya akan memilih opsi Mengejar. Karena itu memang sudah takdir para pria– sehebat apapun emansipasi wanita hingga hari ini. Tapi, Aku akan mengejar seseorang yg mau menengok, memanggil, lalu kemudian memberi semangat padaku. Ketimbang mengejar seseorang yang selalu ingin dikejar, dan ingin diperjuangkan tanpa mau sedikitpun memberi peluang. Mungkin bagi para wanita, berlaku “Jual Mahal” adalah cara yg...